<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Anton &#187; Renungan Harian</title>
	<atom:link href="http://antonsulistiyono.com/renungan-harian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://antonsulistiyono.com</link>
	<description>My Simple Life</description>
	<lastBuildDate>Tue, 11 May 2010 10:33:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
	<image>
		<link>http://antonsulistiyono.com/</link>
		<url>http://antonsulistiyono.com/wp-admin/images/logo.gif</url>
		<title>Anton</title>
	</image>
		<item>
		<title>Hidup</title>
		<link>http://antonsulistiyono.com/renungan-harian/hidup.html</link>
		<comments>http://antonsulistiyono.com/renungan-harian/hidup.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 08:07:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anton</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://antonsulistiyono.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Kadang kita sering berpikir apakah arti dan tujuan hidup, tidak luput dari saya pribadi. Apakah kita memiliki potensi untuk bisa mencapai sesuatu yang punya makna yang langgeng. Kita sering memandang ke belakang, tak tahu mengapa relasi kita berantakan, hidup terasa begitu hampa dan kosong meskipun kita telah mencapai apa yang kita inginkan, impikan dan kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kadang kita sering berpikir apakah arti dan tujuan hidup, tidak luput dari saya pribadi. Apakah kita memiliki potensi untuk bisa mencapai sesuatu yang punya makna yang langgeng. Kita sering memandang ke belakang, tak tahu mengapa relasi kita berantakan, hidup terasa begitu hampa dan kosong meskipun kita telah mencapai apa yang kita inginkan, impikan dan kita cita citakan. Banyak sekali tujuan hidup yang telah kita gapai yang ternyata kosong setelah kita susah payah mengejarnya dengan sia-sia bertahun-tahun lamanya.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-17" title="hidup" src="http://antonsulistiyono.com/wp-content/uploads/2009/06/hidup.gif" alt="hidup" width="490" height="435" /></p>
<p>Kita mengejar banyak cita-cita, menganggap bahwa di dalamnya kita akan mendapatkan makna. Kesuksesan bisnis, kekayaan, relasi yang baik, seks, hiburan, berbuat baik kepada orang lain, dll. Kita memberi kesaksian bahwa saat mereka mencapai cita-cita kita untuk mendapat kekayaan, relasi dan kesenangan, di dalam diri kita ada kekosongan yang dalam, perasaan kosong yang tidak dapat dipenuhi oleh apapun.<span id="more-15"></span></p>
<p>Ada orang menjelaskan perasaan ini ketika dia mengatakan, </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://antonsulistiyono.com/renungan-harian/hidup.html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
