“Untuk meraih cita-cita besar, kita tak hanya perlu bertindak, namun juga bermimpi; tak hanya perlu merencanakan, namun harus meyakini.” (Anatole France)

“Untuk meraih cita-cita besar, kita tak hanya perlu bertindak, namun juga bermimpi; tak hanya perlu merencanakan, namun harus meyakini.” (Anatole France)

Panduan Lengkap tentang Investasi: Jenis, Tujuan, dan Manfaatnya

Investasi adalah aktivitas penting yang melibatkan penempatan dana dalam periode tertentu dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan atau pertumbuhan nilai investasi. Artikel SEO ini akan memberikan panduan lengkap tentang investasi, termasuk jenis-jenisnya, tujuan investasi, dan manfaatnya bagi investor.

Investasi: Pengenalan

Investasi melibatkan pengalokasian dana dengan tujuan untuk meningkatkan nilai aset atau mendapatkan keuntungan di masa depan. Seorang yang melakukan investasi dikenal sebagai investor atau penanam modal. Investasi tidak selalu terkait dengan bisnis; ada banyak investasi non-bisnis yang menarik minat masyarakat.

Tujuan Investasi

Tujuan investasi bervariasi dan dapat mencakup:

  1. Mendapatkan Penghasilan Tetap: Investor dapat menanam modal di perusahaan dengan harapan mendapatkan persentase keuntungan setiap bulan dari penjualan perusahaan.
  2. Mengembangkan Usaha: Laba dari investasi dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis yang sedang dijalani.
  3. Jaminan Dalam Bisnis: Investasi dalam supplier bahan baku dapat memastikan pasokan bahan baku yang cukup dan harga produk bersaing di pasaran.
  4. Menghindari Utang: Investor yang berkomitmen pada investasi cenderung menghindari berhutang dan hidup lebih hemat.

Manfaat Investasi

Investasi memiliki manfaat yang signifikan, termasuk:

  1. Meningkatkan Aset: Investasi yang bijak dapat meningkatkan nilai aset Anda seiring berjalannya waktu. Contoh, investasi dalam tanah yang kemudian dijual dengan harga lebih tinggi.
  2. Menghindari Utang: Investasi dapat membantu menghindari berhutang dengan mengembangkan kebiasaan hidup hemat.
  3. Memenuhi Kebutuhan di Masa Depan: Investasi di masa sekarang dapat mendukung kehidupan di masa depan, seperti pendidikan anak atau dana pensiun.
  4. Gaya Hidup Hemat: Investasi mendorong hidup hemat dan ekonomis.

Jenis Investasi

Terdapat beberapa jenis investasi yang dapat dipertimbangkan:

  1. Deposito: Investasi berjangka dengan tingkat bunga tetap untuk jangka waktu tertentu.
  2. Saham: Investasi dalam saham perusahaan untuk mendapatkan kepemilikan dan potensi keuntungan.
  3. Cryptocurrency: Investasi dalam mata uang digital seperti Bitcoin.
  4. Obligasi: Investasi dalam surat utang dengan jangka waktu tertentu dan bunga yang dibayarkan.
  5. Emas: Investasi dalam emas, yang sering digunakan sebagai lindung nilai.
  6. Properti: Investasi dalam properti, seperti tanah atau real estate.
  7. Reksa Dana: Investasi kolektif yang dikelola oleh manajer investasi.

Dalam artikel ini, kami telah menyajikan panduan komprehensif tentang investasi, menggambarkan tujuan investasi, manfaatnya, serta berbagai jenis investasi yang dapat dipilih oleh investor. Dengan pemahaman yang baik tentang investasi, Anda dapat mengambil keputusan investasi yang bijak untuk mencapai tujuan keuangan Anda.

Panduan Sukses Investasi Saham ala Lo Kheng Hong: Inspirasi Bagi Investor Pemula

Lo Kheng Hong, yang sering disebut sebagai Warren Buffett Indonesia, adalah seorang investor sukses dengan kisah inspiratif. Dalam artikel ini, kami akan mengeksplorasi pandangan Lo Kheng Hong mengenai investasi saham, berikut beberapa jawaban yang memberikan wawasan berharga bagi investor pemula.

1. Mulai Dengan Modal Kecil dan Jadikan Besar

Bagian pertama dari wawasan Lo Kheng Hong membahas kemampuan untuk mengubah modal kecil menjadi besar. Bagi banyak investor pemula, pertanyaan ini menjadi relevan. Lo Kheng Hong menunjukkan bahwa dengan kesabaran, peningkatan modal bisa menjadi mungkin. Misalnya, jika Anda memulai dengan Rp 1 juta dan mampu meningkatkannya 1 kali lipat setiap tahun, dalam 10 tahun, Anda dapat mencapai satu miliar. Ini adalah konsep dasar “bertumbuh” dengan investasi saham.

2. Kesabaran dan Kedisiplinan

Kunci keberhasilan investasi saham, menurut Lo Kheng Hong, adalah kesabaran dan disiplin. Investasi saham yang tidak likuid dapat menjadi pengalaman yang menantang. Namun, jika perusahaan bagus dan harganya murah, ia menyarankan untuk membelinya secara perlahan dan sabar, meskipun itu berarti Anda hanya bisa membeli sedikit. Kesabaran adalah kunci untuk mengumpulkan saham dalam perusahaan yang diinginkan.

3. Pentingnya Membaca Laporan Keuangan

Bagi investor pemula, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya membaca laporan keuangan perusahaan. Mengetahui apa yang Anda beli adalah langkah penting dalam pengambilan keputusan yang bijak. Laporan keuangan memberikan wawasan yang sangat diperlukan tentang prospek, kualitas neraca, valuasi, tata kelola perusahaan, dan risiko.

4. Faktor Utama dalam Memilih Saham

Dalam menilai saham, Lo Kheng Hong mengidentifikasi corporate governance atau tata kelola sebagai faktor yang paling penting. Ia percaya bahwa karakter pemimpin perusahaan adalah kunci keberhasilan. Jika perusahaan dipimpin oleh orang yang tidak jujur dan tidak berintegritas, maka semua faktor lain bisa menjadi tidak relevan. Oleh karena itu, tata kelola perusahaan adalah faktor yang paling penting dalam pengambilan keputusan investasi.

5. Investasi Saham: Dilahirkan atau Dibentuk?

Apakah investor saham yang sukses dilahirkan atau dibentuk? Menurut Lo Kheng Hong, kedua hal ini mungkin. Ia memberikan contoh beragam investor yang mengikuti jejak orang tua mereka dalam investasi, seperti Warren Buffett, yang tumbuh dalam keluarga pialang saham. Namun, ada juga yang seperti Lo Kheng Hong sendiri, yang tidak memiliki latar belakang investasi, tetapi menjadi investor sukses karena hasrat dan kerja keras mereka. Kesimpulannya, seseorang dapat menjadi investor sukses jika memiliki hasrat dan kerja keras.

Dalam penggalan wawasan Lo Kheng Hong, kita melihat bahwa semua orang memiliki peluang untuk menjadi investor sukses. Artikel ini mengilustrasikan bahwa investasi saham bukanlah hal eksklusif bagi mereka yang lahir dalam lingkungan investasi. Kesabaran, disiplin, pemahaman, dan karakter yang kuat adalah kunci untuk membangun portofolio investasi yang sukses. Dalam hal ini, inspirasi dari Warren Buffett asal Indonesia dapat membantu investor pemula mengambil langkah pertama mereka dalam dunia investasi saham.

Mengembangkan Kecerdasan Finansial: Kunci Keberhasilan dalam Mengelola Keuangan

Kecerdasan finansial memiliki peran penting dalam membangun hidup sejahtera dan mengantisipasi masalah keuangan sehari-hari. Ahli keuangan sependapat bahwa kecerdasan finansial perlu dilatih sejak dini dan ditingkatkan secara terus-menerus.

Mengatur keuangan secara bijak adalah salah satu aspek penting dari kecerdasan finansial. Untuk mencapai itu, berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan:

  1. Mengontrol Arus Uang

Penting untuk memantau berapa uang yang Anda miliki dan berapa yang Anda belanjakan. Identifikasi pengeluaran rutin dan komponen terbesar dalam pengeluaran Anda. Mengelola uang dengan baik dapat membantu Anda memahami cara berinvestasi dengan bijak. Tidak masalah seberapa besar atau kecilnya uang yang Anda miliki; kebiasaan mengelola uang dalam jumlah kecil akan membantu Anda mengelola keuangan yang lebih besar. Gunakan aplikasi pencatatan keuangan yang mudah ditemukan untuk membantu Anda mengelola arus masuk dan keluar uang dengan lebih efisien.

  1. Hindari Perilaku Konsumtif

Terdapat banyak godaan untuk membelanjakan uang, terutama saat ada penawaran diskon atau promosi. Ingatlah bahwa hidup yang mahal bukan karena kebutuhan, melainkan gaya hidup. Penting untuk membedakan antara keinginan dan kebutuhan sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu. Orang yang memiliki kecerdasan finansial yang tinggi bisa memahami perbedaan ini. Dengan cara ini, Anda akan menjadi lebih baik dalam mengatur prioritas keuangan dan meningkatkan peluang keberhasilan finansial.

  1. Hidupkan Semangat Entrepreneurship

Membayangkan diri menjadi sukses dalam hal keuangan adalah langkah awal untuk meraihnya. Ini dapat memicu semangat entrepreneur dalam diri Anda. Belajarlah dari kisah sukses para entrepreneur yang memulai bisnis dari nol dan mengembangkannya menjadi besar. Identifikasi bakat, minat, dan potensi dalam diri Anda, dan gunakan sebagai dasar perencanaan bisnis Anda. Dengan mengetahui potensi dan minat Anda, Anda dapat lebih mudah menentukan jenis usaha yang ingin Anda bangun.

  1. Melek Investasi

Investasi bukan eksklusif bagi para pengusaha. Siapa pun dapat memulai berinvestasi dengan modal apa pun, asalkan Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh. Jangan menunggu menjadi kaya untuk mulai berinvestasi; sebaliknya, berinvestasilah untuk menjadi kaya. Sebelum memulai, pelajari seluk-beluk investasi dengan membaca buku, mencari informasi di internet, atau mengikuti kelas investasi. Anda dapat memulai dengan jenis investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Sebagai contoh, Anda dapat mempertimbangkan investasi di bisnis kuliner dan mengikuti panduan untuk memulai bisnis kuliner untuk pemula.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat mengembangkan kecerdasan finansial yang kuat dan meningkatkan kemampuan Anda dalam mengelola keuangan secara bijak. Keberhasilan finansial membutuhkan disiplin, pembelajaran yang berkelanjutan, dan kemauan untuk mengambil tindakan.

Mengembangkan Kecerdasan Keuangan: Panduan Praktis Menuju Stabilitas Finansial dan Kesuksesan

Mempunyai kecerdasan keuangan adalah kunci utama dalam mencapai stabilitas finansial dan kesuksesan di masa depan. Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan praktis bagi Anda untuk mengembangkan kecerdasan keuangan. Mari kita telaah tips-tips berikut ini!

  1. Membuat Anggaran dan Merencanakan Pengeluaran Anda

Langkah pertama dalam mengelola uang secara bijak adalah membuat anggaran. Hitung pendapatan Anda dan identifikasi pengeluaran yang perlu Anda hadapi, seperti biaya kuliah, makanan, transportasi, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Merencanakan pengeluaran Anda dengan bijak dengan mengalokasikan dana untuk kebutuhan pokok terlebih dahulu, dan sisakan sebagian untuk tabungan atau investasi.

  1. Bijak dalam Menggunakan Kartu Kredit dan Pinjaman

Kartu kredit dan pinjaman dapat menjadi alat yang berguna, tetapi juga dapat menjadi perangkap jika tidak digunakan dengan bijak. Gunakan kartu kredit dengan hati-hati dan selalu bayar tagihan tepat waktu untuk menghindari bunga yang tinggi. Hindari pinjaman yang tidak diperlukan dan pertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk meminjam uang.

  1. Memahami Konsep Dasar Investasi

Mempelajari konsep dasar investasi adalah langkah penting dalam pengembangan kecerdasan keuangan Anda. Kenali berbagai jenis investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan properti. Pelajari juga tentang risiko dan potensi keuntungan dari setiap jenis investasi. Pahami prinsip diversifikasi, waktu yang tepat untuk berinvestasi, dan pentingnya melakukan riset sebelum membuat keputusan investasi.

  1. Mulai Menabung dan Investasikan Uang Anda

Mulailah menabung sejak dini, bahkan jika jumlahnya kecil. Menabung membantu Anda membangun kebiasaan hemat dan disiplin dalam mengelola uang. Selain itu, manfaatkan kesempatan untuk berinvestasi uang Anda. Cari informasi tentang investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Bekerja sama dengan penasihat keuangan yang dapat memberikan nasihat yang tepat dan membantu Anda dalam mengelola portofolio investasi Anda.

  1. Tingkatkan Literasi Keuangan

Tingkatkan literasi keuangan Anda dengan membaca buku, mengikuti kursus, atau menghadiri seminar dan lokakarya yang berkaitan dengan topik keuangan dan investasi. Pahami istilah-istilah keuangan, seperti aset, liabilitas, arus kas, dan manajemen risiko. Semakin Anda memahami dunia keuangan, semakin siap Anda menghadapi tantangan dan membuat keputusan yang bijak dalam hal keuangan.

  1. Selalu Evaluasi dan Revisi Strategi Keuangan Anda

Lakukan evaluasi secara berkala terhadap strategi keuangan Anda. Tinjau anggaran, tabungan, dan investasi yang telah Anda buat. Periksa apakah tujuan keuangan Anda tercapai, dan apakah ada perubahan atau penyesuaian yang perlu dilakukan. Dengan melakukan evaluasi dan revisi secara berkala, Anda dapat memastikan bahwa strategi keuangan Anda selalu relevan dan sesuai dengan situasi dan tujuan Anda.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat mengembangkan kecerdasan keuangan yang kuat sebagai mahasiswa ekonomi. Ingatlah bahwa mengelola uang dan investasi membutuhkan kesabaran, disiplin, dan pengetahuan yang terus berkembang. Tetap konsisten dalam menerapkan prinsip-prinsip keuangan yang bijak, dan Anda akan membangun pondasi keuangan yang kuat untuk masa depan yang cerah!

Lo Kheng Hong: Kisah Sukses Seorang Investor yang Setia di Pasar Modal Indonesia

Pasar modal Indonesia telah menyaksikan sejumlah nama besar dalam dunia investasi, tetapi ada satu nama yang muncul sebagai figur ikonik yang telah berinvestasi selama lebih dari tiga puluh tahun, yaitu Lo Kheng Hong, atau yang lebih dikenal sebagai Warren Buffet Indonesia. Dalam perjalanan panjangnya sebagai investor, Lo Kheng Hong telah mengungkapkan betapa cintanya terhadap dunia investasi dan tekadnya untuk menjadi investor seumur hidup.

Lo Kheng Hong memulai perjalanan investasinya di pasar modal ketika usianya baru menginjak 30 tahun. Saat itu, dia masih bekerja di sektor perbankan, namun keinginan untuk menjadi seorang investor saham telah tumbuh dalam dirinya. Pada usia 37 tahun, dia mengambil keputusan yang berani dengan mengakhiri pekerjaannya di bank dan memilih untuk menjadi full-time investor.

Alasan di balik keputusan ini, menurut Lo Kheng Hong, adalah fokus. Dia ingin dapat sepenuhnya fokus pada investasi tanpa gangguan dari tuntutan pekerjaan konvensional. “Mengapa saya berhenti? Karena saya ingin fokus. Kalau saya bekerja, saya harus banyak kepusingan, ada target dari direksi yang harus saya penuhi, saya harus melayani nasabah. Makanya saya keluar biar bisa fokus,” ujarnya.

Tujuh tahun pertama dalam perjalanan investasinya di pasar modal, Lo Kheng Hong berhasil meraih keuntungan yang signifikan, dan akhirnya, dia mengambil keputusan untuk berhenti bekerja. Saat ini, setelah 30 tahun menjadi investor, Lo Kheng Hong tidak hanya tetap setia sebagai investor, tetapi juga semakin jatuh cinta dan penuh semangat dengan dunia investasi.

“Karena menjadi investor saham di Bursa Efek Indonesia begitu nikmat dan mengasyikkan, kita hidup santai saja tapi dapat duitnya banyak sekali. Bahkan kalau ditanya kapan berhenti? Saya akan menjadi investor saham sampai akhir hidup saya, sampai dipanggil oleh yang Kuasa,” katanya dengan keyakinan.

Salah satu strategi sukses yang Lo Kheng Hong bagikan adalah memegang saham perusahaan besar yang memiliki kinerja yang jelas dan terus bertumbuh. Dia menjelaskan, “Ketika kita memiliki saham perusahaan hebat, kita bisa tidur sambil menghasilkan lebih banyak uang daripada orang yang bekerja keras. Hanya tidur saja padahal.”

Lebih lanjut, Lo Kheng Hong memilih untuk menjadi investor saham daripada membangun usaha sendiri. Dengan cara ini, dia merasa seolah-olah telah memiliki perusahaan besar. “Sekarang saya punya pabrik ban terbesar di Asia Tenggara, pemegang saham terbesar ketiga di sana. Saya juga nggak usah bisnis, saya jadi pemegang saham terbesar kedua di perusahaan media. Jadi enak, dan itu saya membeli di harga diskon,” ujarnya.

Sebagai contoh kesuksesannya, Lo Kheng Hong menunjukkan saat dia membeli saham Indika Energy, tambang batu bara terbesar ketiga di Indonesia. Harga saham yang rendah dibandingkan dengan nilai buku per sahamnya membuatnya memilih investasi di perusahaan yang sudah mapan daripada membangun usaha sendiri.

Kisah Lo Kheng Hong adalah bukti konkret betapa investasi di pasar modal dapat menjadi sarana yang kuat untuk mencapai kesuksesan finansial. Dengan ketekunan, kebijaksanaan, dan pemahaman tentang saham, dia telah membangun warisan investasinya sendiri yang akan bertahan seumur hidupnya. Bagi banyak orang, Lo Kheng Hong adalah inspirasi yang mengingatkan kita bahwa investasi adalah jalan yang menarik menuju kebebasan finansial dan keberlanjutan kekayaan.

Mengenal IPO: Peluang Investasi di Pasar Modal

Dalam pembicaraan tentang dunia pasar modal, kita tidak dapat melewatkan pembahasan tentang Initial Public Offering (IPO). Terutama dalam konteks Indonesia, istilah IPO semakin sering muncul seiring dengan banyaknya startup lokal yang melantai di bursa saham.

IPO adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk mendapatkan sumber pendanaan, selain dari pinjaman bank. Berbeda dengan pinjaman bank yang mengharuskan pembayaran bunga dan memiliki tanggal jatuh tempo, pendanaan melalui IPO bersifat jangka panjang, didasarkan pada kepemilikan saham, dan tidak memerlukan jaminan.

Ketika sebuah perusahaan melakukan IPO, ia akan terhubung dengan para investor, dan saham perusahaan akan diperdagangkan di pasar saham. Selain dikenal sebagai IPO, masyarakat juga sering menyebutnya “go public.”

IPO adalah singkatan dari Initial Public Offering, yang merujuk pada saat saham sebuah perusahaan pertama kali ditawarkan kepada masyarakat umum melalui bursa saham Indonesia (Bursa Efek Indonesia atau BEI).

Artinya, saham yang sebelumnya hanya dimiliki oleh pihak internal perusahaan, sekarang dapat dibeli dan dimiliki oleh masyarakat umum. Dengan melaksanakan IPO, status perusahaan berubah dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.

Mengapa Perusahaan Melakukan IPO?

Mengapa perusahaan memilih untuk melakukan IPO? Apakah perusahaan tidak dapat berhasil tanpa harus terlibat dalam pasar modal? IPO adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk mendapatkan pendanaan besar pada saat penawaran perdana dilakukan.

Bagi perusahaan, modal adalah kekuatan yang dapat membantu perusahaan tumbuh dan berkembang. Ketika perusahaan melakukan IPO, sahamnya dijual dengan harga yang relatif standar.

Saham tersebut memiliki potensi untuk mengalami kenaikan nilai setiap tahunnya, yang pada gilirannya akan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Ini adalah hal yang sangat menguntungkan bagi perusahaan.

Bagaimana manfaat IPO dapat dirasakan oleh investor?

Manfaat IPO bagi Investor

  1. Potensi Keuntungan Cepat: Saham yang pertama kali mengalami IPO memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Biasanya, harga saham naik secara signifikan pada hari pertama pencatatan perdana. Investor sering kali menjual saham ini untuk mendapatkan keuntungan yang cepat. Namun, ini juga membawa risiko dan memerlukan kewaspadaan.
  2. Prospek Jangka Panjang: Perusahaan yang mampu melakukan IPO memiliki catatan keuangan yang baik dalam jangka waktu tertentu dan potensi pertumbuhan di masa depan. Ini berarti investasi dalam saham perusahaan tersebut dapat memberikan keuntungan jangka panjang karena didukung oleh kinerja perusahaan yang solid.
  3. Imbal Hasil Maksimal: Harga saham IPO seringkali stabil dan memiliki potensi untuk mencapai Auto Reject Atas (ARA), yaitu ketika saham naik secara signifikan hingga mencapai batas atas yang ditetapkan oleh bursa. Ini menguntungkan para investor karena dapat menghasilkan keuntungan besar.

Namun, perlu diingat bahwa berinvestasi dalam saham IPO memiliki risiko tersendiri. Ini adalah jenis investasi berisiko tinggi, yang memerlukan pemahaman dan pengetahuan yang baik sebelum Anda terlibat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh investor pemula sebelum membeli saham IPO meliputi:

  1. Pemahaman tentang Saham: Pahami dasar-dasar saham dan cara kerjanya sebelum terlibat dalam investasi saham.
  2. Pilih Perusahaan Sekuritas yang Terpercaya: Cari perusahaan sekuritas yang dapat membantu Anda membuka rekening saham dan melakukan transaksi dengan kepercayaan.
  3. Analisis dengan Cermat: Lakukan analisis mendalam tentang perusahaan yang akan Anda investasikan, termasuk prospek masa depannya.

Dengan memahami risiko dan manfaatnya, serta dengan pemahaman yang baik tentang perusahaan yang akan Anda investasikan, Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijak dalam berinvestasi melalui saham IPO. Investasi saham adalah langkah berisiko tinggi yang dapat memberikan imbal hasil tinggi, tetapi juga memerlukan kehati-hatian dan pengetahuan yang baik.

Menyimpan Dana dengan Harapan Keuntungan

Investasi adalah aktivitas yang melibatkan penempatan dana dalam periode tertentu dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan atau meningkatkan nilai investasi. Meskipun erat kaitannya dengan bisnis, investasi juga melibatkan berbagai jenis investasi non-bisnis dengan fokus pada peningkatan nilai aset yang dimiliki.

Menetapkan Tujuan Investasi yang Jelas

Tujuan investasi adalah langkah kunci dalam merencanakan strategi investasi Anda. Tujuan investasi dapat bervariasi tergantung pada motivasi dan profil investor. Tujuan umumnya mencakup:

  1. Menghasilkan Keuntungan dan Meningkatkan Kekayaan: Secara umum, tujuan investasi adalah untuk menghasilkan keuntungan dan meningkatkan kekayaan.
  2. Melindungi Nilai Aset dari Inflasi: Investasi juga bertujuan untuk melindungi nilai dana atau kekayaan Anda dari pengaruh inflasi yang dapat mengurangi daya beli.
  3. Mendapatkan Penghasilan Tetap: Beberapa jenis investasi dirancang untuk menghasilkan penghasilan tetap, seperti obligasi atau investasi berdividen.
  4. Mengembangkan Bisnis: Investasi dapat digunakan untuk mendukung pengembangan atau ekspansi bisnis.
  5. Memberikan Jaminan dalam Bisnis: Investasi yang bijak dapat membantu melindungi bisnis dari risiko keuangan.

Tujuan Investasi Jangka Panjang

Investasi jangka panjang adalah bentuk penanaman modal yang melibatkan penantian untuk mendapatkan keuntungan, biasanya dengan jangka waktu lebih dari tiga tahun. Berikut adalah beberapa tujuan investasi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan:

  1. Persiapan Masa Pensiun: Investasi jangka panjang dapat membantu Anda mempersiapkan dana pensiun sehingga Anda dapat menjalani masa pensiun tanpa kekhawatiran keuangan.
  2. Mengamankan Kekayaan: Melalui investasi, Anda dapat mengurangi risiko penurunan nilai aset akibat inflasi. Simpan kekayaan Anda dalam bentuk investasi seperti emas, obligasi, atau deposito.
  3. Biaya Pendidikan Anak: Mempersiapkan biaya pendidikan anak sejak dini adalah tujuan investasi jangka panjang yang umum dilakukan. Investasi dapat membantu Anda mengatasi lonjakan biaya pendidikan dengan pengembalian investasi yang dapat mencapai 10% per tahun.

Tujuan Investasi Jangka Pendek

Investasi jangka pendek bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Beberapa tujuan investasi jangka pendek meliputi:

  1. Mendapatkan Tambahan Dana Sehari-hari: Investasi jangka pendek dapat menghasilkan keuntungan yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Contoh instrumen investasi jangka pendek termasuk reksadana dan Peer to Peer (P2P) Lending.
  2. Memanfaatkan Cash Flow: Investasi jangka pendek dapat membantu mengoptimalkan pengelolaan laporan keuangan dan mengontrol pengeluaran.
  3. Fleksibilitas Pencairan: Dalam investasi jangka pendek, Anda dapat mencairkan modal kapan saja jika Anda membutuhkan dana mendesak tanpa dikenai sanksi.

Manfaat Investasi

Investasi tidak hanya tentang mencapai tujuan keuangan, tetapi juga memiliki manfaat lain, termasuk:

  1. Meningkatkan Aset: Investasi dapat membantu Anda meningkatkan aset Anda, seperti uang atau properti.
  2. Mendukung Kebutuhan Masa Depan: Keuntungan investasi dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan masa depan, terutama ketika pendapatan rutin berkurang, seperti pada masa pensiun.
  3. Gaya Hidup Hemat: Investasi dapat mendorong pola hidup hemat, membantu Anda menghindari pembelian impulsif yang tidak diperlukan.
  4. Menghindari Utang: Investor yang berkomitmen cenderung menghindari utang, karena mereka dapat mengandalkan investasi mereka untuk mempertahankan keuangan yang sehat.
  5. Pengaturan Keuangan yang Baik: Investasi dapat membantu Anda mengelola keuangan Anda dengan lebih baik, baik melalui investasi dalam aktiva riil maupun aktiva finansial seperti saham dan deposito.

Tips Mencapai Tujuan Investasi

Untuk mencapai tujuan investasi Anda, pertimbangkan tips berikut:

  1. Tentukan Tujuan yang Jelas: Memiliki tujuan yang jelas membantu Anda merencanakan investasi dengan baik dan menghindari pengeluaran impulsif.
  2. Konsistensi dalam Investasi: Tetap konsisten dengan investasi Anda, bahkan jika Anda hanya dapat menambahkan modal dalam jumlah kecil.
  3. Evaluasi Berkala: Lakukan evaluasi berkala terhadap kondisi finansial Anda dan investasi Anda untuk memastikan bahwa Anda berada di jalur yang tepat menuju tujuan Anda.

Dengan pemahaman yang baik tentang tujuan dan manfaat investasi, serta dengan mengikuti tips yang disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan peluang kesuksesan dalam mencapai tujuan keuangan Anda melalui investasi. Investasi yang dimulai lebih awal juga dapat memberikan keamanan finansial yang lebih baik di masa depan.

HUKUM MENTAL : Hukum Abadi Yang Tidak Pernah Diajarkan di Sekolah Formal

15 Juni 2013 23:26

“There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle” ~Albert Einstein

Di alam semesta terdapat dua macam hukum yaitu hukum buatan manusia dan hukum alam. Hukum buatan manusia merupakan kesepakatan yang dibuat oleh manusia. Hukum ini mengikat perilaku setiap individu yang ada dalam ruang lingkup pemberlakuan hukum ini. Hukum buatan manusia penuh dengan kekurangan dan dapat dimanipulasi dengan menggunakan kekuasaan dan uang. Dengan kata lain, yang benar bisa jadi salah dan yang salah bisa jadi benar. Semua bergantung pada faktor ”x” yang bermain.

Hukum alam terbagi atas dua kategori yaitu hukum fisika dan hukum mental. Hukum alam berlaku 100 % dari seluruh waktu dan berlaku terhadap semua makhluk hidup. Tidak peduli apakah mahluk itu tahu atau tidak tahu mengenai hukum tersebut. Tidak peduli apakah ia menerima atau menolak hukum itu. Suka atau tidak suka, tahu atau tidak tahu, menerima atau menolak, hukum ini berlaku secara adil dan merata pada semua mahluk.

Hukum fisika diajarkan di sekolah. Kita semua bisa mempelajari hukum ini. Operasi hukum fisika, seperti yang mengatur listrik atau mesin, bisa dibuktikan dalam percobaan yang terkontrol dan kegiatan yang praktis.

Hukum gravitasi, misalnya, bekerja di mana-mana di seluruh planet bumi selama 24 jam sehari. Kalau anda melompat dari sebuah gedung tingkat sepuluh, anda akan jatuh ke trotoar dengan kekuatan yang sama, apakah anda berada di New York ataupun di Jakarta. Saudara kita yang berada di pedalaman Kalimantan atau di Irian Jaya, walau mereka sama sekali tidak pernah mendengar tentang hukum gravitasi, yang ditemukan oleh Newton, bila mereka jatuh dari pohon yang tinggi mereka pasti akan mengalami efek yang sama.

Bila kita mengerti cara kerja hukum fisika, seperti hukum gravitasi, maka kita dapat memanfaat hukum ini untuk keuntungan kita. Misalnya dengan membuat bendungan atau waduk. Air yang ditampung dalam bendungan, karena gaya gravitasi, dapat digunakan untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan listrik.

Sebaliknya, hukum mental tidak pernah diajarkan di sekolah. Hukum mental hanya bisa dibuktikan dengan pengalaman dan intuisi, dengan melihatnya bekerja dalam kehidupan kita sendiri.

Hukum mental sama seperti hukum fisika. Hukum ini berlaku di mana saja terhadap siapa saja, dan kapan saja. Hukum ini netral dan bekerja bagi anda di mana saja, tanpa memperdulikan apakah anda tahu tentang hal itu, menerima atau menolaknya, suka atau tidak suka. Dan yang lebih hebat lagi, hukum ini tidak bisa dimanipulasi.

Hukum mental, walaupun pengaruh fisiknya tidak bisa dilihat cukup jelas, juga bekerja 100 % dari seluruh waktu. Kapan saja kehidupan anda berjalan baik, ini berarti bahwa pemikiran dan kegiatan anda sesuai dan serasi dengan hukum mental ini.

Kapan saja anda punya masalah dari jenis apapun, hal itu pasti disebabkan anda telah melanggar salah satu atau lebih dari hukum ini, apakah anda mengetahuinya atau tidak. Jika anda mengerti dan menerapkan hukum-hukum ini dalam hidup anda, maka anda akan berubah dengan sangat cepat.

HUKUM MENTAL #1: HUKUM SEBAB-AKIBAT

Hukum ini menjelaskan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita. Hukum Sebab – Akibat mengatakan bahwa ada penyebab spesifik untuk sukses dan ada penyebab spesifik untuk kegagalan. Tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Hukum ini sangat penting sehingga disebut “Hukum Alam Semesta Baja” yang menentukan nasib manusia. Jika anda ingin mendapatkan sesuatu, atau ingin mendapatkan sesuatu lebih banyak, maka yang perlu anda lakukan adalah anda menyediakan lebih banyak ”sebab” yang dapat menghasilkan ”akibat” yang anda inginkan.

Hukum Sebab – Akibat ini biasa disebut juga sebagai Hukum Menabur dan Menuai. Hukum ini mengatakan apa saja yang anda tabur akan anda tuai. Apa yang anda tuai hari ini adalah hasil dari apa yang anda tabur di masa lalu. Kalau anda ingin menuai hasil panen yang berbeda di bidang apa saja dalam hidup anda di masa mendatang maka anda perlu menabur benih yang berbeda hari ini, dan tentu saja , ini mengacu pada benih mental.

Keberhasilan hidup, di bidang apa saja, adalah suatu akibat, dengan suatu sebab yang spesifik. Jika anda menemukan seseorang sukses di suatu bidang dan anda ingin mendapatkan hasil seperti yang dicapai orang itu, maka yang perlu anda lakukan adalah melakukan apa yang ia lakukan. Jika anda menabur suatu sebab maka anda pasti menuai suatu akibat yang spesifik. Jika anda menabur pikiran, ucapan, perbuatan, sikap, perilaku, dan tindakan sukses maka anda pasti akan menuai sukses. Demikian sebaliknya.

Jadi, jika anda tidak puas dengan hidup anda sekarang, anda tidak bisa dan tidak boleh menyalahkan orang lain. Yang perlu anda lihat adalah benih atau sebab apa yang telah anda tabur di masa lalu ? Dengan kesadaran ini, jika anda benar-benar merasa tidak puas dan ingin segera berubah, maka anda perlu segera menabur hal yang berbeda.

Dengan dasar pemahaman ini kini anda tahu bahwa sikap mental, perasaan, kebahagiaan, dan kepuasan anda adalah hasil dari bibit mental yang anda tanam di pikiran anda. Jika anda mengisi pikiran anda dengan gambaran, pikiran, ide sukses, kebahagian, dan optimisme, maka anda akan mendapatkan pengalaman positip dalam kehidupan anda.

Saya sering merasa prihatin saat mendengar banyak orang yang berkata, ”Saya akan kerja lebih keras, kerja lebih baik, bila perusahaan saya memberikan gaji yang lebih tinggi, tunjangan dan fasilitas yang lebih baik”.

Mereka lupa atau mungkin tidak tahu mengenai hukum Sebab – Akibat atau hukum Menabur dan Menuai. Mereka tidak mau menabur. Maunya kalau bisa menuai terus tanpa perlu menabur.

Sudah tentu orang dengan mentalitas seperti ini tidak bisa sukses karena ia telah melanggar hukum Sebab-Akibat.

HUKUM MENTAL # 2: HUKUM KOMPENSASI

Hukum ini merupakan kelanjutan dari Hukum Menabur dan Menuai. Hukum Kompensasi menyatakan bahwa anda mendapatkan hasil sebanding dengan upaya atau kontribusi yang anda lakukan, titik. Tidak lebih dan tidak kurang. Pas ukurannya dan pas takarannya. Dengan demikian apa yang telah anda capai dalam hidup anda saat ini, misalnya dari segi finansial, merupakan kompensasi atau hasil dari apa yang telah anda lakukan di masa lalu. Jika anda ingin meningkatkan hasil anda maka anda harus meningkatkan nilai kontribusi yang anda lakukan.

Penekanannya ada pada ”nilai” kontribusi yang dilakukan. Bukan sekedar kontribusi atau upaya yang dilakukan.

Mengapa? Hal ini menjawab pertanyaan mengapa para pemimpin mendapatkan kompensasi (baca: hasil) yang jauh lebih besar dibandingkan dengan orang biasa. Padahal orang biasa melakukan kerja yang jauh lebih keras dari pada para pemimpin itu. Ini semua berhubungan dengan ”nilai” kontribusi atau upaya yang dilakukan. Semakin besar pengaruh positif yang timbul dari suatu tindakan maka semakin tinggi nilainya.

Ini menjelaskan mengapa seorang supervisor mendapat kompensasi lebih besar dari karyawan biasa. Demikian pula seorang manajer mendapat kompensasi jauh lebih besar daripada supervisor.

Demikian pula seorang pilot mendapat kompensasi jauh lebih besar dari pramugari atau ground staff. Padahal bila dihitung jam kerja mereka sama.

Salah cara untuk tahu apakah “nilai” kontribusi seseorang tinggi atau rendah adalah apa yang akan terjadi bila orang ini tidak lagi ada atau bekerja. Apakah dengan ia tidak lagi bekerja akan memberi pengaruh besar pada tempat kerja atau lingkungannya? Apakah ia sulit digantikan oleh orang lain?

Semakin sulit seseorang digantikan maka semakin tinggi “nilai” kontribusinya. Demikian pula sebaliknya.

Anda mungkin pernah bertemu atau bahkan merasa heran mengapa ada orang yang mendapatkan hasil yang sangat berlimpah, dan ada orang yang tidak mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Apakah Tuhan pilih kasih ? Tidak ! Jawabannya sederhana. Orang yang mendapatkan hasil berlimpah telah melakukan jauh lebih banyak dari yang seharusnya. Dengan kata lain mereka menabur sangat banyak benih. Tidak heran jika mereka menuai lebih banyak hasil.

HUKUM MENTAL #3: HUKUM KEPERCAYAAN

Hukum Kepercayaan mengatakan bahwa apapun yang anda percayai dengan sungguh-sungguh dan melibatkan emosi akan menjadi kenyataan anda. Dalam bahasa Inggris dikatakan, “You will see it when you believe it”. Kepercayaan anda mengendalikan realita anda. Mengapa? Karena anda akan konsisten bertindak sejalan dengan kepercayaan anda. Kita dapat melihat kepercayaan seseorang hanya dengan melihat apa yang mereka lakukan. Tindakan merupakan perwujudan dari kepercayaan.

Hukum ini berlaku dua arah. Pertama, kepercayaan menentukan tindakan yang kita lakukan. Sebaliknya, dengan secara sadar mengendalikan setiap tindakan kita, maka kita dapat secara tidak langsung membentuk dan mengendalikan kepercayaan kita. Dengan selalu melakukan tindakan yang sejalan dengan kepercayaan yang ingin anda kembangkan, maka anda akhirnya pasti akan mampu membangun kepercayaan itu, sama halnya dengan anda melatih otot anda dengan mengangkat barbel.

Misalnya anda percaya bahwa anda ditakdirkan untuk menjadi seorang pembicara publik yang berhasil, dan anda berjalan, bersikap, berbicara, dan bertindak layaknya seorang pembicara publik yang sukses, setiap hari, maka cepat atau lambat anda akan mengembangkan mind-set sebagai seorang pembicara publik andal. Dan bila anda mulai mengembangkan mind-set ini, anda akan mendapatkan hasil yang konsisten dengan mind-set anda. Akhirnya, kepercayaan anda akan menjadi kenyataan.

Kepercayaan anda memberi anda suatu bentuk pandang terowongan (tunnel vision). Hal ini membuat anda mengabaikan informasi, yang masuk, yang tidak konsisten dengan apa yang anda putuskan untuk anda percayai. Anda tidak selalu mempercayai apa yang anda lihat tetapi anda melihat apa yang anda percayai.

Misalkan jika anda mutlak percaya bahwa anda pasti sukses besar dalam kehidupan, maka tidak peduli apapun yang terjadi, anda akan terus maju ke arah tujuan anda. Tidak ada apapun yang dapat menghentikan anda.

Sebaliknya jika anda percaya bahwa sukses hanyalah soal kemujuran atau kebetulan saja maka anda akan dengan mudah menjadi patah semangat dan kecewa setiap kali segala hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan anda. Jadi kepercayaan menetapkan anda untuk sukses maupun gagal.

Kepercayaan yang paling berbahaya, yang lebih berbahaya dari penyakit AIDS atau Kanker adalah self-limiting belief atau kepercayaan yang bersifat melemahkan diri kita. Kepercayaan ini sangat berbahaya dan mematikan, secara mental dan emosional. Orang yang “mengidap” penyakit self-limiting belief biasanya tidak sadar bila terkena penyakit gawat ini. Lalu apa itu self-limiting belief ? Ini adalah kepercayaan yang berdasar pada keraguan dan rasa takut.

Kepercayaan ini menghalangi anda mencapai keberhasilan. Kepercayaan ini berisi pemikiran negatip mengenai diri anda yang mengatakan bahwa anda tidak cakap, tidak kreatif, penampilan anda buruk, anda tidak punya kelebihan, anda orang bodoh, dan tidak berenergi. Setiap kali anda meragukan kemampuan anda maka anda memberikan energi pada kepercayaan itu. Semakin sering anda mengulangi perilaku buruk, akibat dari kepercayaan yang salah, maka semakin kuat kepercayaan negatip itu.

Hampir semua kepercayaan yang membatasi diri kita sama sekali tidak benar. Kepercayaan ini terbentuk berdasarkan informasi negatif yang anda masukkan ke dalam hati dan anda menerima hal ini sebagai sesuatu yang benar. Begitu anda menerima kepercayaan itu sebagai sesuatu yang benar, maka kepercayaan anda akan menjadi realita anda.

Untuk mengatasi hal ini anda harus menantang dan mempertanyakan kebenaran kepercayaan anda. Anda perlu memeriksa sumber dan keabsahan kepercayaan anda.

Untuk berkembang kita perlu bersikap kritis bahkan terhadap kepercayaan kita yang paling dalam. Kita perlu berani bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana saya tahu dan yakin bila kepercayaan ini adalah benar? Bagaimana bila ternyata kepercayaan ini salah dan sangat merugikan hidup saya?”

HUKUM MENTAL #4: HUKUM KONSENTRASI

Hukum Konsentrasi menyatakan bahwa semakin anda memikirkan sesuatu maka semakin besar kapasitas dan energi mental yang anda curahkan pada hal itu yang mengakibatkan pikiran itu menjadi semakin kuat. Selanjutnya pikiran yang semakin kuat ini akan memengaruhi dan mengendalikan perilaku anda. Efeknya seperti bola salju yang semula masih kecil. Saat menggelinding dari atas bukit ke lembah maka ia membangun momentum menjadi semakin besar dan semakin kuat hingga akhirnya sangat sulit dihentikan.

Kekuatan hukum ini ibarat pedang bermata dua, bisa membantu anda dan bisa menghancurkan hidup anda. Jika anda terus berpikir mengenai goal anda, maka pikiran ini akan mendominasi semua pemikiran, ucapan, perasaan, perbuatan, dan tindakan anda. Semakin anda memikirkan tujuan anda, maka semakin kuat pikiran ini dan semakin fokus anda untuk mencapainya. Semakin sering anda memikirkannya maka semakin termotivasi anda untuk mencapainya.

Sebaliknya, bila anda, secara sadar atau tidak, selalu memikirkan hal yang tidak anda inginkan, maka pemikiran ini akan mendominasi semua pikiran,perasaan, ucapan, perbuatan, dan tindakan anda sehingga akhirnya apa yang tidak anda inginkan akan menjadi kenyataan bagi anda.

Sering kali dalam sesi diskusi atau konsultasi dengan klien atau peserta pelatihan Quantum Life Transformation (QLT), saya menanyakan pertanyaan, ”Apa yang ingin anda capai dalam hidup?”.

Jawabannya beragam. Namun ada satu hal yang konsisten. Mereka yang hidupnya biasa-biasa atau malah serba kekurangan, biasanya memberikan jawaban, ”Saya tidak mau hidup susah. Saya sudah cukup menderita. Saya tidak ingin dipandang rendah oleh orang lain. Saya sudah capek hidup miskin”. Sebaliknya, orang sukses atau yang mempunyai prestasi tinggi akan menjawab, ”Saya ingin mengembangkan usaha saya ke kota lain. Saya ingin meningkatkan penghasilan saya tiga kali lipat dalam tahun ini. Saya ingin membawa keluarga saya liburan ke luar negeri akhir tahun ini”. Anda bisa lihat bedanya?

Orang gagal adalah orang yang selalu memikirkan apa yang tidak mereka inginkan. Sesuai dengan hukum Konsentrasi, semakin mereka fokus pada hal yang tidak inginkan, justru semakin kuat pikiran mereka memikirkan hal itu. Dan akhirnya mereka mendapatkan apa yang tidak mereka inginkan.

Sebaliknya orang sukses selalu memikirkan hal yang mereka inginkan. Dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Untuk dapat menggunakan hukum Konsentrasi dengan maksimal, anda perlu menuliskan apa yang anda inginkan, kemudian secara konsisten memikirkan hal itu, membicarakannya, bertindak, dan bertumbuh dan berkembang menjadi orang yang layak untuk mendapatkan keberhasilan yang diinginkan.

Ada dua cara untuk menggunakan hukum ini. Pertama, dengan pikiran sadar Anda terus menerus mengingat goal Anda. Ini tentu akan sangat melelahkan dan efeknya biasanya kurang kuat dan membutuhkan waktu lama.

Kedua, dengan menggunakan pikiran bawah sadar. Caranya adalah dengan menanamkan goal ini di pikiran bawah sadar serta diberi program untuk bisa terus mengingat dan memperkuat goal ini secara berkelanjutan. Cara kedua ini memang membutuhkan teknik namun tidak sesulit yang dibayangkan orang.

HUKUM MENTAL #5: HUKUM DAYA TARIK

Hukum Daya Tarik mengatakan bahwa anda adalah sebuah magnet hidup yang menarik ke dalam hidup anda orang-orang atau situasi yang serasi dengan pemikiran dominan anda. Semakin banyak emosi yang anda kaitkan dengan suatu pemikiran, semakin besar tingkat getaran dan daya pancarnya dan semakin cepat anda menarik, ke dalam hidup anda, orang dan situasi yang serasi dengan pemikiran tersebut.

Pikiran anda menciptakan suatu medan energi yang bergetar pada kecepatan yang ditentukan oleh tingkat intensitas emosi yang menyertai pemikiran tersebut. Semakin anda bergairah, atau merasa takut, semakin cepat pemikiran anda memancar dari diri anda dan menarik orang-orang dan situasi yang serupa kembali ke kehidupan anda.

Saat anda positif dan optimis mengenai diri anda, maka pikiran anda memancarkan gelombang yang akan menarik orang, kejadian, situasi, sumber daya, pelanggan, atau apa saja yang sejalan dengan frekuensi itu. Demikian juga sebaliknya. Bila pemikiran anda yang dominan adalah yang negatip, maka anda akan menarik semua hal yang negatip ke dalam hidup anda.

Hukum Daya Tarik ini yang ramai dibicarakan dengan sebutan The Law of Attraction (LOA).

HUKUM MENTAL #6: HUKUM KESESUAIAN

Hukum Kesesuaian mengatakan , “Dunia di luar diri anda merupakan cerminan dari dunia di dalam diri anda”. Hukum ini menyatakan  bahwa anda bisa mengetahui apa yang terjadi di dalam diri anda dengan melihat kepada apa yang terjadi di sekeliling anda. Hukum ini juga sering disebut dengan “As above so below” atau “As within so without.”

Goethe berkata: “Orang harus menjadi sesuatu supaya bisa melakukan sesuatu.” Maksudnya yaitu anda harus menjadi orang yang berbeda di dalam diri anda sebelum anda melihat hasil yang berbeda di luar anda.

Dunia luar anda merupakan cermin yang memantulkan kembali siapa diri anda, dalam setiap aspek kehidupan anda. Cerminan ini tidak menggambarkan siapa anda ingin menjadi, atau siapa yang anda pura-pura menjadi. Namun apa yang muncul dalam cermin diri itu adalah siapa diri anda yang sesungguhnya pada saat ini.

Lalu bagaimana cara untuk mengetahui dunia di dalam diri kita ? Mudah. Coba perhatikan sikap anda terhadap orang lain dan lingkungan anda. Sikap orang lain atau lingkungan terhadap diri anda adalah cerminan dari sikap anda terhadap mereka. Jika anda bersikap baik dan menghargai diri anda, maka anda akan melakukan yang sama terhadap orang lain.

Jadi, cara orang lain memperlakukan diri anda sebenarnya merupakan cerminan dari apa yang anda pikirkan mengenai diri anda dan apa yang anda pikirkan mengenai lingkungan anda. Siapa kawan atau teman bergaul anda menggambarkan siapa diri anda sebenarnya. Jika anda bergaul dengan orang yang mempunyai nilai dan prinsip hidup yang baik maka hal ini berarti anda juga orang baik. Jika anda bergaul dengan orang yang tidak baik maka diri anda juga tidak baik. Ada satu pepatah yang sangat bagus yang berbunyi, “Birds of the same feather flock together” atau “Burung yang warna bulunya sama akan berkumpul bersama-sama”.

HUKUM MENTAL #7: HUKUM PENGENDALIAN

Hukum Pengendalian mengatakan bahwa anda merasa positip tentang diri anda sebatas anda merasa memegang pengendalian atas kehidupan anda. Demikian juga anda merasa negatif tentang diri anda sebatas anda merasa tidak memegang pengendalian, atau anda dikendalikan oleh suatu daya, orang atau pengaruh luar.

Dalam psikologi, hukum ini disebut sebagai teori “fokus pengendalian”. Pada umumnya sebagian besar stress, kegelisahan, ketegangan dan penyakit psikosomatis datang sebagai akibat perasaan bahwa orang itu berada di luar kendali, atau tidak bisa mengendalikan suatu bagian penting dari kehidupannya.

Sebagai contoh, kalau anda merasa bahwa hidup anda dikendalikan oleh utang anda, bos anda, atau gangguan kesehatan anda, atau hubungan yang buruk , atau perilaku orang lain, maka anda akan menderita stress. Stress ini akan muncul dalam bentuk kekesalan, kemarahan, dan rasa tidak senang. Kalau tidak diatasi, ini bisa meningkat menjadi insomnia, tekanan jiwa atau berbagai penyakit. Bahkan bisa kena 3S, yaitu Stress, Stroke, dan Stop alias meninggal.

Dalam setiap kasus, pengendalian atas kehidupan anda dimulai dengan pemikiran anda, satu-satunya hal yang bisa anda kendalikan sepenuhnya.

Disiplin pribadi, penguasaan diri, pengendalian diri semuanya dimulai dengan pengambilan kendali anda atas pemikiran anda. Pikiran andalah yang menentukan apa arti suatu kejadian itu terhadap diri anda. Sebagaimana Eleanor Roosevelt berkata,” Tidak ada seorang pun yang bisa membuat diri anda rendah tanpa persetujuan anda.”

Pada dasarnya ada dua cara yang memungkinkan anda bisa mendapatkan pengendalian atas situasi apa saja yang menyebabkan anda menderita. Pertama, anda bisa mengambil tindakan untuk mengatasi hal tersebut. Yang kedua, anda meninggalkan situasi tersebut.

Salah satu tanggung jawab utama anda adalah menjaga agar kehidupan anda selalu berada di bawah pengendalian anda. Rasa pengendalian ini menjadi landasan anda untuk membangun kebahagian dan sukses anda yang lebih besar di masa mendatang. Pastikan bahwa landasan rasa pengendalian ini kuat seperti batu karang.

https://www.adiwgunawan.com/articles/hukum-mental-hukum-abadi-yang-tidak-pernah-diajarkan-di-sekolah-formal

Mengenal Investasi Saham bersama Investor Sukses Indonesia, Lo Kheng Hong

Investor sukses Indonesia, Lo Kheng Hong, menggugah semangat generasi muda, khususnya para mahasiswa, untuk menjelajahi dunia investasi saham. Baginya, tak pernah terlambat untuk memulai perjalanan investasi. Lo Kheng Hong bahkan menyatakan bahwa harta karun kekayaan terbesar di dunia terletak di pasar modal.

Pesan inspiratif ini dia sampaikan dalam Seminar Nasional yang berjudul ‘Value Investing bersama Lo Kheng Hong’, yang digelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS). Acara tersebut berlangsung di Auditorium Cyber Library UNAS pada Jumat, 29 Juli.

Lo Kheng Hong, yang sering dijuluki sebagai “Warren Buffet Indonesia,” menyoroti keberuntungan generasi muda, terutama mahasiswa, yang telah diperkenalkan pada dunia investasi sedini mungkin. Dia menjelaskan bahwa dirinya sendiri mengenal investasi ketika berusia 30 tahun, sehingga bagi mahasiswa yang berada di usia sekitar 20 tahun, langkah memulai investasi adalah langkah yang sangat tepat.

Namun, dia memberikan peringatan bahwa investasi saham memerlukan strategi dan analisis yang cermat. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah pemilihan perusahaan dengan rekam jejak yang baik. Dia menekankan pentingnya memilih perusahaan yang selalu menghasilkan keuntungan, memiliki bidang usaha yang baik, menjunjung tinggi integritas, dan memiliki valuasi yang rendah.

“Dalam perjalanan ini, belajarlah dari buku-buku tentang investasi saham, disiplin, fokus, dan bersabar menunggu hasil terbaik karena investasi memerlukan waktu yang panjang,” tambahnya.

Lo Kheng Hong juga menekankan bahwa pasar saham membuka peluang bagi investor bermodal kecil untuk memiliki bagian dari perusahaan besar. Namun, ia memperingatkan agar investor tetap bijak dan benar-benar memahami apa yang mereka beli, untuk menghindari kesalahan dalam berinvestasi.

Pada kesempatan yang sama, Andri Muharizal, Head of Investment Gallery MNC Sekuritas, mengungkapkan bahwa pasar modal saat ini didominasi oleh generasi muda, dengan lebih dari 80% investor berasal dari kelompok usia ini. Ia meyakini bahwa investor muda ini akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa depan, khususnya di pasar modal.

Namun, ia juga menekankan pentingnya terus mendalami pengetahuan tentang investasi saham, mengingat perubahan-perubahan dalam perekonomian Indonesia yang kerap terjadi. Ia mengajak yang sudah memulai investasi untuk melanjutkannya dengan baik, sementara yang belum mencoba, sekaranglah saat yang tepat untuk mencoba berinvestasi di pasar modal.

Prof. Dr. Eko Sugiyanto, M.Si., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Keuangan, dan SDM UNAS, memberikan sambutan positif terhadap kehadiran Lo Kheng Hong di UNAS, sebagai salah satu alumni yang telah sukses sebagai seorang investor. Dia berharap para mahasiswa dapat mengambil inspirasi dari paparan Lo Kheng Hong dan mengikuti jejaknya.

Dekan FEB Unas, Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App., Ec., Ph.D., menambahkan bahwa melalui seminar ini, mahasiswa UNAS bisa mendalami ilmu tentang pasar modal dan memetik wawasan berharga dari pengalaman Lo Kheng Hong dalam berinvestasi di pasar modal. Kegiatan ini dinilai bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga seluruh civitas akademika UNAS.

Seminar ini telah membuka pintu bagi generasi muda, terutama mahasiswa, untuk mengenali dunia investasi saham dan memahami potensi besar yang ditawarkan oleh pasar modal. Dengan pengetahuan dan semangat yang tepat, generasi muda Indonesia dapat mengambil langkah pertama menuju masa depan finansial yang lebih cerah.